Nama
: Suatmaji Pratikto
Kelas
: 1KA34
NPM
: 18113651
Pengertian
Ilmu Social Dasar (ISD)
Ilmu sosial dasar adalah
pengetahuan yang mempelajari tentang masalah-masalah sosial, khususnya
masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat Indonesia, dengan menggunakan
Teori-teori ( fakta, konsep, teori ) yang berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-lapangan sosial, seperti Geografi
Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial
dan Sejarah.
Dari pengertian tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang mempelajari
tentang cara manusia berkomunikasi/berhubungan dengan satu sama lain. Sebagai
mahkluk sosial, berkomunikasi/berhubungan antar sesama haruslah terjalin dengan
harmonis agar tercipta manusia yang peduli terhadap sesama.
Sebagai mahkluk sosial,
komunikasi terjadi setiap saat. Pada saat ini kita mempelajari ilmu sosial
dasar yang berkaitan juga dengan kehidupan sehari-hari agar kita dapat
berkomunikasi dengan baik saat berada di masyarakat.
Tujuan Ilmu Sosial DasarTujuan ilmu sosial dasar adalah memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial dan lebih memahami dan menyadari bahwa setiap kenyataan sosial dan masalah sosial ada dalam masyarakat dan selalu bersifat kompleks, kita hanya bisa memahaminya secara kritis. Untuk itulah ilmu sosial dasar mempunyai peran penting agar mahasiswa memiliki bekal yang cukup dalam hidup bermasyarakat.
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu ada 2 pengertian.
1. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapakan gejala-gejala di bidang (pengetahuan) tertentu.
2. Ilmu adalah sebagai pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dan lain-lain.
•
Pengertian Sosial Menurut Beberapa Ahli
1. LEWIS
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya
2. KEITH JACOBS
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
3. RUTH AYLETT
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi
4. PAUL ERNEST
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama
5. PHILIP WEXLER
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia
1. LEWIS
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya
2. KEITH JACOBS
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
3. RUTH AYLETT
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi
4. PAUL ERNEST
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama
5. PHILIP WEXLER
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia
Masyarakat Dan Kebudayaannya
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia
Sedangkan
definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K,
menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem
gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian tersebut
berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.
Manusia dan kebudayaan adalah dua
hal yang saling berkaitan. Manusia dengan kemampuan akalnya membentuk budaya,
dan budaya dengan nilai-nilainya menjadi landasan moral dalam kehidupan
manusia. Seseorang yang berperilaku sesuai nilai-nilai budaya, khususnya nilai
etika dan moral, akan disebut sebagai manusia yang berbudaya. Selanjutnya,
perkembangan diri manusia juga tidak dapat lepas dari nilainilai budaya yang
berlaku.
Kebudayaan menurut para ahli,yaitu:
1.
Menurut E.B.Taylor (1871),
kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian ,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lainnya serta kebiasaan
yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2.
Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman
Soemardi merumuskan kebudayanan sebagai semua hasil karya, ras, dan cipta
masyarakat.
3.
Menurut Sutan Takdir Alisyahbana,
kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
4.
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan
adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan
belajar , beserta dari keseluruhan budi pekertinya.
5.
Menurut A.L. Krober. Dan C. Kluckon,
mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifesta atau penjelmaan kerja jiwa manusia
dalam arti seluas-luasnya.
Manusia dan kebudayaan
Manusia terdiri dari 4 unsur,yaitu:
1. Jasad: badan
kasar manusia yang nampak dari luarnya, dapat diraba dan difoto, serta
menempati ruang dan waktu.
2. Hayat: mengadung
unsur hidup yang ditandai dengan gerak
3. Ruh: bimbingan
dan pimpinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebanaran.
4. Nafs: dalam
pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tantang diri sendiri.
Unsur- unsur kebudayaan,yaitu:
- Menurut Melville J. Herkovits, kebudayaan adalah
terdiri dari empat unsur yaitu: alat teknologi,sistem ekonomi, keluarga,
dankekuatan politik.
- Menurut Bronislaw Malinowski, unsur
kebudayaan terdiri dari sistem norma,organisasi ekonomi,alat-alat atau
lembaga maupunpetugas penyelidikan dan organisasi kekuatan.
- Menurut C. Kluckhon, ada tujuh kebudayaan universal
yaitu: sistem religi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan,
sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, sistem teknologi dan
peralatan, bahasa dan kesenian.
Nilai-nilai budaya
Merupakan
nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup
organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan,
kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat
dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang
akan terjadi atau sedang terjadi.
Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
- Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan
kasat mata (jelas)
- Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat
slogan, moto tersebut
- Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
Kaitan manusia dan kebudayaan
- Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan
adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek
yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan
kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia
dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis ini tercipta
melalui tiga tahap yaitu :
- 1. Eksternalisasi, proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya;
- 2. Obyektivasi, proses dimana
masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah
dari manusia dan berhadapan dengan manusia;
- 3. Internalisasi, proses dimana masyarakat
disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali
masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
Hubungan masyarakat
dan kebudayaan sangat erat kaitannya kerana kebudayaan merupakan alat untuk
bersosialisasi antara manusia dengan manusia lain agar terjadi interaksi satu
sama lainnya. Dalam hidup manusia pasti membutuhkan orang lain untuk
melangsungkan hidupnya baik yang secara langsung maupun yang tidak langsung
karena manusia merupakan mahluk yang memiliki jiwa sosial.
Sekaya
apapun seorang manusia pasti akan membutuhkan manusia lainnya yang disebabkan
karena suatu hal yang tidak bisa ia kerjakan atau ia bisa melakukannya namun ia
tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya. Hal inilah yang menyebabkan
seseorang berinteraksi dengan orang lain, sehingga terjadi suatu kebudayaan.
http://www.referensimakalah.com/2012/11/pengertian-budaya-dan-kebudayaan.html
http://parkjiyoung.wordpress.com/2012/12/02/pengertian-ilmu-sosial-dasar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar