Pertentangan adalah
sutu hal yang dapat di artikan suatu konflik,yang di mana konflik ini memiliki
suatu fakta yang bertabrakan berlawana dengan pihak lain yang akan menimbulkan
suatu masalah yang pelik apabila konflik atau pertentangan ini tetap ada dan
tanpa ada yang namanya perdamaian dari kedua belah pihak,karena apabila dalam
suatu masalah yang terlalu lama di pendam dan di jalankan maka yang akan
terkena imbas dari masalah ini adalah penerus kita sendiri karena pada saat
penerus kita lahir ke bumi dia sudah memiliki konflik yang tanpa ia ketahui
sebab dari konflik yang timbul,biasanya konflik yang timbul secara terus
menerus dan tak akan terselesaikan adalah konflik keluarga,konflik keluarga
biasanya terjadi kesalah pahaman yang menimbulkan pertentangan dari berbagai
macam anggota keluarga yang membuat satu keluarga akan pecah dan tak akan
pernah peduli satu sama lain ituah yang menyebabkan apabila penerus kita lahir
dia akan di hadapkan oleh suatu masalah keluarga yang tak pernah ia
ketahui,namun dalam masalah keluarga seperti ini cukup banyak cara untuk
menyelesaikannya salah satunya adalah melakukan rapat keluarga yang di hadiri
yang mempunyai maslah dan di hadiri orang yang menjadi pusat masalah dan jangan
lupa menghadirkan semua anggota keluarga agar dapat member suatu masukan,saran
dan pendapat yang baik untuk masalah keluarga yang sedang terjadi selain
masukan dari anggota keluarga cara yang cukup ampuh yaitu adalah anggota
keluarga yang memiliki masalah itu harus saling memahami,mengerti dan salin
menghargai antar keluarga karena masalah keluarga yang timbul rata-rata adalah
tidak adanya saling menghargai dan saling menaikan ego yang membuat salah satu
anggota tidak dihargai dan merasa di rendahkan.
Banyak rakyat dan
pemimpin negara yang mempunyai argumen masing-masing untu kepentingannya. Namun
Kadang juga secara terioristis, perbedaan kepentingan dapat menimbulkan masalah
yang besar bagi orang yang melakukanya. Dipandang sebagai perilaku, konflik
merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual,
interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi .
Adapun dibawah ini merupakan bagian dari factor
penyebab konflik :
1. Perbedaan
individu, saling berbeda Pendirian dan Perasaan
2. Perbedaan
latar belakang kebudayaan sehingga
menimbulkan pribadi-pribadi yang berbeda
3. Perbedaan
kepentingan individu atau kelompok
4. Perubahan-perubahan
nilai yang cepat atau mendadak di masyarakat
5. Adanya
rasa iri antara satu sama lain
6. Adanya
adu domba diantara masyarakat, kelompok atau didalam pemerintah
Soerjono soekanto mengemukakan bahwa sebab-sebab
terjadinya pertengkaran/konflik antara lain sebagai berikut :
1.
Perbedaan
Antar perorangan
Perbedaan ini dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat. Hal ini mengingat bahwa manusia adalah individu yang unik atau istimewa, karena tidak pernah ada kesamaan yang baku antara yang satu dengan yang lain.
Perbedaan ini dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat. Hal ini mengingat bahwa manusia adalah individu yang unik atau istimewa, karena tidak pernah ada kesamaan yang baku antara yang satu dengan yang lain.
2.
Perbedaan Kebudayaan
Perbedaan
kebudayaan mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam
kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Selain perbedaan dalam tataran
individual, kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama. Setiap
individu dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda.
3.
Bentrok Kepentingan
Bentrokan
kepentingan dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini
karena setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat
atau mengerjakan sesuatu.
4.
Perubahan Sosial yang terlalu cepat di Masyarakat
Perubahan
tersebut dapat menyebabkan terjadinya disorganisasi dan perbedaan pendirian
mengenai reorganisasi dari sistem nilai yang baru. Perubahan-perubahan yang
terjadi secara cepat dan mendadak akan membuat keguncangan proses-prosessosial
di dalam masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk
perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah
ada.
Contohnya
kenaikan BBM, termasuk perubahan yang begitu cepat. Masyarakat banyak yang
kurang siap dan kemudian menimbulkan aksi penolakan terhadap perubahan
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar